Promosi Rental Mobil Pekanbaru Gunakan Jasa SEO Gloria Mandiri

30 Maret 2014

Kualitas Udara di Riau kembali Memburuk

KUALITAS udara di sejumlah daerah di Riau kembali memburuk karena kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan muncul.
Data indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang dihimpun di posko Satgas Tanggap Darurat Asap Riau kemarin menunjukkan kualitas udara di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, cukup berbahaya karena mencapai 500 PSI (pollutant standard index).

Hal serupa juga terjadi di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Hasil pantauan ISPU milik PT Chevron Pacifi c Indonesia menunjukkan kualitas udara di Kota Duri mencapai angka 105 dan 156. “Sejumlah daerah di Riau memang kembali berasap,” kata Kepala Divisi Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, kemarin.

Adapun hasil pencitraan satelit NOAA18 pada 25 Maret pukul 18.00 WIB mendeteksi adanya 41 titik panas. Jumlah itu
meningkat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang terpantau hanya lima titik panas. Titik-titik panas itu tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 12 titik, Bengkalis 11 titik, Dumai 7 titik, Siak 5 titik, Pelalawan 3 titik, dan Kepulauan Meranti 3 titik.
Berdasarkan pengecekan lapangan, Satgas Pasukan Darat menemukan adanya 28 titik kebakaran besar di beberapa wilayah.

“Berdasarkan prediksi Fire Danger Rating System, potensi tingkat kerentanan dan pengendalian kebakaran tinggi di
sebagian besar wilayah Riau, terutama di bagian utara dan pesisir timur,” imbuh Agus.
Kabut asap mulai muncul lagi di sejumlah wilayah Sumatra Utara, kemarin.

Selain Medan, wilayah lain yang terkena kabut asap ialah Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Kota Padang Sidempuan, dan Sibolga.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Wilayah I Medan, tercatat ada 81 titik api di Sumatra saat ini.

Munculnya titik api itu karena cuaca kering dan dipicu siklon tropis Gillian yang berada di Samudra Hindia yang terjadi pada 24-26 Maret.

Siklon tersebut mengakibatkan massa udara atau uap air di wilayah Riau tertarik ke arah selatan. BMKG memprediksikan pada 28-29 Maret akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. (BG/YN/N-3)
Munculnya titik api itu karena cuaca kering dan dipicu siklon tropis Gillian yang berada di Samudra Hindia yang terjadi pada 24-26 Maret.(MEDIA INDONESIA, 27/03/2014,HAL 10)