Promosi Rental Mobil Pekanbaru Gunakan Jasa SEO Gloria Mandiri

18 Juni 2014

Jalan Lintas Timur Riau Berbahaya


Pembetonan jalan lintas timur Sumatra menimbulkan kemacetan parah karena proyek itu terbengkalai. PROYEK pembetonan jalan lintas timur (jal intim) Sumatra yang melewati Provinsi Riau sepanjang 650 km mangkrak selama sebulan terakhir.

Akibatnya, jalur utama arus transportasi barang dan jasa wilayah Sumatra itu berbahaya untuk dilewati. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, pembetonan sejumlah titik di jalintim Riau berdampak pada terjadinya kemacetan panjang.

Puluhan kendaraan seperti truk pengangkut industri sawit, kayu pulp and paper, dan minyak bumi bercampur dengan sejumlah mobil pribadi harus rela antre selama 30 menit hingga 1 jam untuk melewati lokasi proyek pembetonan dari Jambi menuju Pekanbaru.

Hampir tidak ada petugas yang mengatur kesemrawutan di jalur tersebut. Hanya sejumlah pemuda yang sengaja mendirikan posko di mulut proyek pembetonan yang terputus.
Mereka menerapkan jalur buka tutup guna mengatur lalu lintas sambil menyodorkan bakul kepada setiap kendaraan yang melintas untuk menyumbang uang.

“Jalur ini berbahaya pada malam hari. Besi dari pembetonan yang menjulur sekitar 30 cm tidak dirapikan dan dibiarkan mengancam kendaraan yang melintas di sisinya.
Apalagi jalan beton dibuat terputus-putus di antara lubang besar yang menganga,“ kata Budi, pengandara yang melintas dari Indragiri Hilir, Riau.

Proyek yang sudah dimulai sejak empat bulan lalu itu hingga kini belum selesai. Bahkan, saat ini tidak ada pekerja yang menyelesaikan proyek tersebut. Pembetonan baru selesai 4 meter dari lebar badan jalintim yang 8 meter.

Kondisi memprihatinkan terdapat di sejumlah titik di an taranya sekitar Kecamatan Ukui-Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Kemudian di sepanjang ja lintim Pekanbaru menuju Rokan Hilir dan Dumai, hingga sekitar kompleks PT Chevron Pacific Indonesia di Kecamatan Pinggir, Duri, Bengkalis.

Mengandung emas Pada bagian lain, warga membongkar jalan desa karena diduga mengandung emas. Jalan desa yang masih dalam tahap pengerasan di Desa Tamunti, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Selatan, itu pun rusak parah. Warga mem bongkar paksa karena men duga batuan untuk pengerasan jalan mengandung emas.

Setiap harinya ratusan warga dari sejumlah daerah di Kalsel berdatangan untuk mencari emas dengan cara membongkar batuan di jalan sepanjang 5 kilometer tersebut.

Setiap hari, ratusan warga baik dari Desa Tamunti maupun daerah lain seperti Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah berdatangan mencari batu jalan yang diduga mengandung emas. Aparat pemerintah daerah setempat belum melakukan tindakan terkait kerusakan jalan desa sepanjang 5 km tersebut.

Awal mula warga membongkar paksa jalan berawal dari kabar penemuan emas di antara batu-batu untuk pengerasan jalan. Kabar itu tersebar cepat sehingga menarik perhatian warga lain untuk mencari emas. “Beberapa warga telah menguji emas yang ada di bebatuan itu ke pedagang emas.

Memang bebatuan jalan ini mengandung emas meski kadarnya muda,“ kata Rusmadi, warga Desa Tamunti.

Warga memecah batu-batu menjadi kepingan kecil untuk menemukan emas yang terkandung di dalamnya. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabalong telah turun ke lapang an untuk mengambil sampel bebatuan di jalan Desa Tamunti. Namun, hingga kini hasil pemeriksaan belum bisa disimpulkan, apakah mengandung emas atau tidak.(DY/PS/ WJ/N-3) - Media Indonesia, 10/06/2014, halaman 11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.